Our Brain is Expandable Memory, so fill it with Reading as one of the way !

Kita mengenal salah satu sifat Nabi Muhammad Saw yaitu Cerdas & Pintar. Banyak yang bertanya apakah perbedaan kedua istilah tersebut. Beberapa orang ada juga yang menganggap kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama. Untuk lebih memahami hal ini, mari kita kaji telebih dahulu dari sisi arti kata secara harfiah.

Menurut definisi dalam kamus Oxford, padanan kata cerdas yaitu, kata ‘intelegent’ didefinisikan sbb:
good at learning, understanding and thinking in a logical way about things; showing this ability. Sedangkan dalam kamus Thesaurus, sbb : Having or showing intelligence, often of a high order Padanan kata yang lain, yaitu kata ‘shrewd’ menurut definisi Thesaurus : Having or showing a clever awareness and resourcefulness in practical matters. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia 2001, salah satu arti kata cerdas adalah tajam fikiran.

Terus, apakah definisi dari pintar? menurut salah satu sumber, pintar adalah mengetahui, pandai, memiliki ilmu. Ilmu yang diperoleh seseorang merupakan sebuah tahapan dari tidak tahu menjadi tahu melalui sebuah proses belajar dan pengalaman. Lawan kata Pintar adalah Bodoh yaitu tidak tahu apa-apa tentang sesuatu. Jika seseorang bertanya sesuatu kepada orang bodoh, maka tidak akan diperoleh informasi apa-apa darinya karena dia tidak tahu sesuatu.

Jadi, dari kedua penjelasan diatas, Cerdas  dapat diasumsikan sebagai anugerah bawaan dari lahir, yaitu kemampuan berfikir seseorang yang cepat mengerti, cepat memahami, cepat menangkap maksud dari suatu kondisi/keadaan. Sedangkan Pintar adalah banyaknya ilmu yang dia peroleh dari proses pembelajaran secara formal di sekolah atau pun informal lewat lingkungan sekitar dan pengalaman hidup.

Untuk lebih memperjelas perbedaan tersebut, kita mengambil perumpamaan lewat pendekatan struktur Hardware & Software komputer. Kita tahu merek-merek processor komputer seperti Intel Pentium, AMD, dsb. Masing-masing vendor membagi kelas kecepatan processor tersebut (CPU) kedalam beberapa kelas, yaitu: 1 Ghz, 2 Ghz, dst. Semakin besar CPU clock sebuah komputer, maka semakin cepat komputer tersebut berfikirnya, kira-kira seperti inilah yang dinamakan cerdas.

Tetapi cukupkah sebuah Komputer hanya cerdas saja?

Jawabannya tentu saja tidak, karena jika komputer tidak pintar, maka kita tidak bisa memanfaatkannya dan juga menggunakannya. Lalu bagaimana supaya komputer tersebut menjadi pintar? Jawabannya yaitu dengan menginstall kan beberapa program yaitu yg pertama tentu saja operating system (OS), kemudian instal program-program/software-software. Dengan demikian Komputer tersebut menjadi Cerdas karena cepat dalam berfikir dan pintar karena bisa mengerjakan berbagai macam keperluan seperti mengetik naskah, membuat program, menggambar, bermain game, dll.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Cerdas dan Pintar itu adalah istilah yang berbeda tapi saling terkait. Orang Cerdas rata-rata bisa pintar, tetapi orang pintar belum tentu semuanya cerdas. Karena orang yang tadinya tidak tahu sesuatu, apabila dia rajin belajar, banyak membaca buku, menuntut ilmu terus-menerus, nantinya dia akan memperoleh banyak ilmu sehingga menjadi pintar, yang membedakannya hanya kecepatan berfikir saja. Demikian sedikit tulisan dari saya, semoga bermanfaat.

About these ads

Comments on: "Perbedaan Cerdas dan Pintar" (1)

  1. Thanks for you shearing about inteligent!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: